Dalam beberapa dekade terakhir, telah terjadi pergeseran konsentrasi penduduk dan pusat ekonomi dari kawasan pedesaan ke kawasan kota.

Akibatnya, pertumbuhan ekonomi kawasan perkotaan mengalami peningkatan. Peningkatan pertumbuhan ekonomi perkotaan memerlukan keandalan pasokan barang dan komoditas untuk memenuhi kebutuhan sektor industri dan sektor rumah tangga.

Jenis barang dan komoditas ini sangat beragam, mulai dari komoditas pangan, barang industri, bahan bangunan, dan lain sebagainya.

Kondisi ini menyebabkan aktivitas logistik perkotaan semakin meningkat. Peningkatan aktivitas logistik perkotaan melibatkan peningkatan arus transportasi barang, yang berdampak negatif pada kualitas lingkungan perkotaan, seperti polusi udara yang dihasilkan dari emisi karbon dioksida, kebisingan, dan kemacetan.

Untuk mengurangi dampak negatif dari peningkatan aktivitas logistik perkotaan, diperlukan perencaaan efisiensi logistik perkotaan, kebijakan pemerintah, dan kerjasama pemerintah daerah dan sektor swasta untuk menerapkan praktik-praktik terbaik implementasi desain sistem logistik perkotaan, dengan sasaran efisiensi, keandalan, dan kelancaran logistik perkotaan.

(lebih…)